Saturday, 6 August 2011

PEPOHON IMAN IDAMAN

Ingin  kusemai benih-benih cinta iman
agar pabila bertunas nanti
segar di sinari cahaya iman
akarnya menjadi pasakan
iman yang kukuh
bercambah akar
 merata tempat
dalam senyap.

Merimbunlah dikau
tunas-tunas cinta keimanan
menjadi pepohon rendang
dewasa dalam keindahan iman
rimbunan dedaun menghijau
saujana mata memandang.

Dedaunanmu merimbun
ditiup angin sepoi-sepoi bahasa
melentok-lentok sambil mengalunkan
Zikir Munajat memuji  Tuhannya.

Lambaian zikirmu padaNya
membuatkan aku terkesima
dalam rindu mendalam padaNya
aku mencemburuimu kerana
hidupmu  tiada lain kecuali
berbakti pada Tuhanmu
dan menabur jasa
pada penghuni bumi.

Bertambah mengindahkan lagi
pepohon iman itu
berbunga gugusan kuntum bunga
memukau panorama…
Wangian bunga pepohon iman
dapat dihidu di seluruh benua
tiada apa yang dapat diucapkan
melainkan SUBHANALLAH!


Setelah habis musim bunga
tiba masanya pepohon iman berbuah
gugusan buah yang lebat
memenuhi  pepohon iman
terkesima  mata memandang.

Gugusan buah pepohon iman
kini sudah ranum
sedia untuk dijamah
penghuni bumi,
“Makanlah buah pepohon imanku ini…
Moga  hidayah kasih meresap
dalam roh dan jasadmu, itu doaku,”
kata pepohon iman kepada penghuni bumi.

Setelah penghuni bumi makan,
sisa buah pepohon iman
dilemparkan ke sungai deras
mengikut derasan air terjun
lalu terdampar ke hutan belantara
di situlah bermulanya
penghidupan baru
kepada pepohon iman
meneruskan  kelangsungan
hidup baru
pasrah dan redha dengan
asal kejadiannya!


Karya:  Ummu Sal
26 Mei 2011

No comments:

Post a Comment